Rincian penggunaannya cukup menarik. Dana hasil rights issue nantinya akan dialokasikan untuk beberapa hal. Pertama, tentu untuk modal kerja. Ini mencakup pembiayaan produksi, mulai dari film hingga sinetron, plus kegiatan pemasaran.
Yang kedua, dan ini cukup ambisius, dana akan disuntikkan ke anak usahanya, PT Platinum Sinema. Tujuannya jelas: membangun dan mengoperasikan 50 bioskop baru yang tersebar di berbagai kota.
Soal kepemilikan saham saat ini, struktur RAAM masih didominasi oleh pendirinya. Ram Punjabi masih memegang kendali mayoritas dengan 67,5 persen saham. Kemudian, PT MNC Digital Entertainment menguasai 9,09 persen, dan PT Tripar Multi Image punya 0,68 persen. Sisa saham, sekitar 22,73 persen, beredar di tangan publik.
Namun begitu, rencana ini tentu belum bisa langsung jalan. Perusahaan harus mendapat persetujuan dari pemegang saham terlebih dahulu. Untuk itu, RAAM telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2026 mendatang.
Bagi yang ingin hadir dan bersuara dalam rapat penting itu, catat tanggalnya: pemegang saham harus sudah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 10 April 2026.
Artikel Terkait
IHSG Melemah Tipis, Transaksi Harian Justru Naik 15% Pasca-Lebaran
IHSG Melemah Meski Transaksi Melesat, Aksi Jual Asing Capai Rp22,37 Triliun
PT Adhi Kartiko Pratama Siap Bayar Denda Hutan Rp158,9 Miliar
BUMA Catat Rugi Bersih USD 116 Juta di Tengah Gangguan Operasional dan Cuaca Buruk