KPK Tepis Islah Bahrawi: Tudingan ke Jokowi Langsung Dimentahkan

- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:50 WIB
KPK Tepis Islah Bahrawi: Tudingan ke Jokowi Langsung Dimentahkan

KPK Hadang Islah Bahrawi: Bola Liar Langsung Dibuang

Suaranya baru saja menggema di podcast Akbar Faizal Uncensored. Islah Bahrawi, atau yang akrab disapa Cak Islah, dengan lantang menduga keterlibatan Jokowi dalam kasus kuota haji. Tanggapannya? Cepat sekali. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, seolah langsung membantah narasi itu. Ia menegaskan bahwa kasus yang telah menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas itu tak menyentuh sosok mantan presiden tersebut.

Menariknya, bukan cuma Cak Islah yang bersuara. Gus Yaqut sendiri belakangan angkat bicara di sebuah podcast. Ia berusaha menjelaskan posisinya. Menurutnya, dirinya bahkan tidak hadir saat Pemerintah Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji ke Indonesia. Saat momen krusial itu, yang mendampingi Jokowi justru Erick Thohir, Dino Ariotedjo, Pratikno, dan Pramono Anung.

"Kalau saya berada di situ, maka saya akan menolak tambahan kuota haji yang 20 ribu itu," ujar Gus Yaqut.

Alasannya sederhana: pengelolaan. Tambahan 8 ribu kuota sebelumnya saja sudah sulit. Apalagi 20 ribu. "Tempatnya sudah tak ada. Tingkat jamaah yang meninggal bertambah," katanya. Intinya, ia klaim tak punya kepentingan atas kuota tambahan sebesar itu.

Di sisi lain, Cak Islah tampaknya lebih bersemangat lagi. Dalam podcast itu, pembelaannya pada Gus Yaqut berbalut serangan tajam ke mantan Presiden ke-7. Baginya, Jokowi mustahil tidak tahu. "Omong kosong saja, kalau Jokowi tak tahu. Hanya tipuan kelas tinggi, bila Jokowi tak tahu apa-apa," begitu kira-kira semangat ocehannya.

Bahkan, ia melontarkan tuduhan lebih spesifik. Menurut Cak Islah, Jokowilah yang melarang Gus Yaqut menghadiri rapat Pansus Haji DPR. Alih-alih ke Senayan, Gus Yaqut justru ditugaskan ke Perancis untuk menghadiri acara yang seharusnya diisi Prabowo selaku Menhan. "Acara Menteri Pertahanan dihadiri Menteri Agama," tanya Cak Islah retoris.

Namun begitu, teriakan mereka yang berusaha menyeret nama Jokowi ke pusaran kasus ini langsung dihadang KPK. Lewat Budi Prasetyo, lembaga antirasuah itu seperti tak memberi ruang sama sekali. Bola liar yang dilempar Cak Islah dan Gus Yaqut segera dibuang jauh-jauh. Kini, KPK yang turun tangan mengklarifikasi. Situasinya berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, di mana relawan kerap turun lebih dulu. Kali ini, mereka langsung ambil alih.

Penulis: Erizal

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar