KPK Hadang Islah Bahrawi: Bola Liar Langsung Dibuang
Suaranya baru saja menggema di podcast Akbar Faizal Uncensored. Islah Bahrawi, atau yang akrab disapa Cak Islah, dengan lantang menduga keterlibatan Jokowi dalam kasus kuota haji. Tanggapannya? Cepat sekali. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, seolah langsung membantah narasi itu. Ia menegaskan bahwa kasus yang telah menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas itu tak menyentuh sosok mantan presiden tersebut.
Menariknya, bukan cuma Cak Islah yang bersuara. Gus Yaqut sendiri belakangan angkat bicara di sebuah podcast. Ia berusaha menjelaskan posisinya. Menurutnya, dirinya bahkan tidak hadir saat Pemerintah Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji ke Indonesia. Saat momen krusial itu, yang mendampingi Jokowi justru Erick Thohir, Dino Ariotedjo, Pratikno, dan Pramono Anung.
"Kalau saya berada di situ, maka saya akan menolak tambahan kuota haji yang 20 ribu itu," ujar Gus Yaqut.
Alasannya sederhana: pengelolaan. Tambahan 8 ribu kuota sebelumnya saja sudah sulit. Apalagi 20 ribu. "Tempatnya sudah tak ada. Tingkat jamaah yang meninggal bertambah," katanya. Intinya, ia klaim tak punya kepentingan atas kuota tambahan sebesar itu.
Artikel Terkait
Bupati Pati dan Tim Suksesnya Diringkus KPK, Tarif Jabatan Desa Tembus Rp 225 Juta
Prabowo Pimpin Rapat dari London, 28 Izin Perusahaan Dicabut Usai Bencana
Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatera Terkait Pelanggaran Serius
Kim Sejeong Berubah Total di Todays Webtoon, Kisah Bangkit dari Cedera ke Dunia Kreatif