Soal arus kas, ada perbaikan. BUMA berhasil membukukan arus kas positif USD 8 juta, jauh lebih baik dibanding posisi akhir 2024 yang negatif USD 60 juta. Bahkan di kuartal IV-2025 saja, arus kas bebas mereka mencapai USD 55 juta. Untuk belanja modal, realisasinya sebesar USD 179 juta, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya dengan alokasi yang dibagi antara pemeliharaan dan kebutuhan pertumbuhan.
Direktur BUMA, Iwan Fuad Salim, mengakui betapa sulitnya tahun tersebut bagi grup mereka.
"Kami merespons dengan cepat melalui pengetatan disiplin operasional, penguatan pengendalian biaya dan fundamental pemeliharaan, serta pengambilan langkah-langkah tegas guna menjaga likuiditas dan memperkuat neraca keuangan," ujarnya.
Menurutnya, langkah-langkah itulah yang akhirnya mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan kinerja arus kas sepanjang tahun, sekaligus jadi fondasi yang lebih kokoh untuk memasuki 2026.
Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan resmi pada Jumat, 27 Maret 2026.
Artikel Terkait
IHSG Melemah Meski Transaksi Melesat, Aksi Jual Asing Capai Rp22,37 Triliun
RAAM Rencanakan Rights Issue 1,36 Miliar Saham untuk Ekspansi Bioskop
PT Adhi Kartiko Pratama Siap Bayar Denda Hutan Rp158,9 Miliar
Wall Street Catat Kerugian Pekan Kelima Berturut-turut, Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Harga Minyak Melonjak