Kabut pagi masih menyelimuti jalan menuju Nagari Salareh Air di Agam, Sumatera Barat, ketika rombongan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba. Kunjungannya ke posko pengungsi banjir bandang itu bukan sekadar formalitas. Tujuannya jelas: memastikan bantuan sampai lebih cepat ke tangan korban yang membutuhkan.
Jam baru menunjukkan pukul 07.45 WIB, Kamis kemarin. Gibran turun dari kendaraan, langsung disambut sejumlah pejabat. Di antaranya ada Wamendagri Bima Arya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis, dan anggota DPR Andre Rosiade. Suasana di posko pengungsian terasa haru. Gibran tak cuma menyapa, ia juga menyempatkan diri ngobrol dengan beberapa pengungsi. Sambil mendengarkan, tangannya sesekali mencatat keluhan-keluhan mereka.
“Kami diperintah Bapak Presiden untuk melakukan percepatan, pemulihan pasca bencana ini,” ujar Gibran kemudian.
Perintah dari Presiden Prabowo Subianto itu ia sampaikan langsung kepada warga. Tak lupa, ia menyampaikan salam dan duka cita mendalam untuk korban jiwa. Menurutnya, tugas utama sekarang adalah memulihkan keadaan secepat mungkin.
Ia menjelaskan, pengiriman logistik akan digenjot lewat semua jalur darat, udara, dan laut. Tapi bantuan saja tidak cukup. Perbaikan infrastruktur yang rusak harus segera dikerjakan. “Akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik bisa lancar kembali,” tegasnya.
Di sisi lain, Gibran menekankan soal prioritas. Kaum lansia dan anak-anak harus dapat perhatian khusus. Ia memastikan ketersediaan makan tiga kali sehari dan air bersih di tenda-tenda pengungsian. “Bapak/Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri,” katanya, meyakinkan bahwa pemerintah pusat turun langsung ke lapangan.
“Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi, tujuannya untuk percepat pemulihan,” tambah Gibran.
Rencananya, setelah dari Sumbar, ia akan melanjutkan peninjauan ke daerah terdampak lain di Aceh dan Sumatera Utara. Penerbangannya dimulai sejak dini hari. Dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, pesawatnya lepas landas sekitar pukul 05.00 WIB menuju Bandara Minangkabau. Perjalanan panjang itu menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani musibah ini. Bencana datang tiba-tiba, tapi responsnya diharapkan tak boleh lambat.
Artikel Terkait
KAI Resmi Operasikan KA Ranggajati Rute Cirebon-Jember, Tawarkan Tiga Kelas dengan Tarif Mulai Rp130 Ribu
Canyoneering Air Terjun Sisundung Jadi Primadona Wisata Petualangan di Tapanuli Selatan
Pemprov DKI Gratiskan Tiket Masuk Tempat Wisata dan Transportasi Umum pada 22, 27, dan 28 Juni 2026
BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan Pasca-Gempa M 6,7 di Sulteng, 2.335 Rumah Rusak