Wall Street mencatat hari yang cerah pada Rabu lalu. Indeks-indeks utama melesat, diiringi angin segar dari Timur Tengah. Kabar soal upaya meredakan konflik di kawasan itu rupanya cukup ampuh meredam kecemasan investor, setidaknya untuk sementara.
Dow Jones melonjak 565,86 poin ke level 46.689,92. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq juga ikut merangkak naik, masing-masing bertambah 1,16% dan 1,47%.
Pemicu optimisme ini? Ada sinyal diplomatik yang mulai muncul. Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan pada Reuters bahwa Pakistan telah menyampaikan proposal dari Amerika Serikat. Bahkan, Pakistan atau Turki disebut-sebut bisa jadi tempat perundingan untuk meredakan ketegangan di Teluk.
Namun begitu, Teheran sendiri secara terbuka masih membantah akan bernegosiasi dengan pemerintahan Donald Trump. Jadi, situasinya masih belum jelas betul.
Tapi pasar tampaknya sudah menyambut positif isu gencatan senjata itu. Harapannya sederhana: kalau perang mereda, jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz bisa kembali normal. Reaksi langsung terlihat pada harga minyak yang anjlok hampir 4 persen.
"Pasar melihat ada semacam jalur menuju deeskalasi perang. Tapi pertanyaannya, seberapa cepat ini bisa terwujud?" kata Aleks Spencer, Chief Investment Officer di Bogart Wealth.
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan 19 Titik Serambi MyPertamina Gratis di Jalur Wisata Saat Lebaran
Merdeka Gold Resources Lakukan Restrukturisasi Besar, Tunjuk Tiga Direktur Baru
IHSG Melonjak 2,75% Usai Lebaran, Sektor Tekstil Jadi Primadona
IHSG Melonjak 2,75%, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Saham