Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Rabu (25/3/2026) dengan catatan yang cukup menggembirakan. IHSG berhasil menguat 195,28 poin, atau setara dengan 2,75 persen, dan berpijak di level 7.302,12. Sentimen positif jelas terasa di seluruh lantai bursa.
Kalau dilihat lebih detail, penguatan ini didukung oleh mayoritas saham. Dari ribuan saham yang diperdagangkan, 597 di antaranya naik. Hanya 164 yang melemah, sementara 197 lainnya cenderung datar-datar saja. Volume perdagangan pun cukup sibuk, mencapai 36,25 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp25,58 triliun. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak ke angka Rp12.841 triliun.
Mayoritas indeks sektoral ikut menghijau, memberi warna pada kenaikan IHSG hari ini. Namun begitu, tidak semua sektor beruntung. Dua sektor justru tercatat merugi: indeks bahan baku dan kesehatan masing-masing turun tipis, 0,17 persen dan 0,12 persen.
Di sisi lain, ada beberapa saham yang performanya benar-benar luar biasa. Mereka jadi bintang hari ini, atau dalam istilah pasar disebut top gainers.
ESTI (Ever Shine Tex) melesat 34,96 persen ke level Rp166 per saham. ICON (Island Concepts Indonesia) juga tak kalah perkasa, naik 34,55 persen ke Rp148. Lalu ada BELL (Trisula Textile Industries) yang ikut meroket 34,23 persen menuju Rp149.
Tentu, di balik euforia kenaikan, selalu ada saham-saham yang tertekan. Mereka masuk dalam daftar top losers.
ROCK (Rockfields Properti Indonesia) anjlok 14,77 persen ke Rp3.000. XPTD (Panin Asset Management) juga terpuruk, merosot 14,55 persen ke Rp376. Kemudian NZIA (Nusantara Almazia) ikut melemah dengan penurunan 14,11 persen, ditutup di harga Rp140.
Secara keseluruhan, Rabu ini adalah hari yang baik bagi pasar modal Indonesia. IHSG berhasil merebut kembali zona hijau dengan kenaikan yang cukup signifikan, meski tetap diwarnai oleh pelemahan di beberapa saham dan sektor tertentu.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok 14 Dolar dalam Sepekan, Citigroup Sebut Stok Global Tinggi dan Permintaan Melemah
SIG Genjot Ekspor ke Afrika dan Prancis untuk Atasi Kelebihan Pasokan Domestik
Bappenas: Kemacetan Jabodetabek Rugikan Ekonomi Rp100 Triliun per Tahun, SIG Hadirkan Beton Cepat Kering SpeedCrete
Proses Delisting MABA Terhambat, Saham Benny Tjokro yang Disita Kejagung Halangi Buyback