Harga minyak dunia terperosok tajam, anjlok sekitar 11 persen pada perdagangan Senin (23/3/2026). Pemicu utamanya? Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan penundaan serangan militer terhadap fasilitas listrik Iran. Tenggat waktu yang sebelumnya bikin tegang, ditangguhkan lima hari ke depan.
Langkah ini diambil setelah apa yang disebut Trump sebagai pembicaraan konstruktif untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Hanya hitungan jam sebelum tenggat yang bisa memicu peperangan lebih luas perang yang sudah berjalan empat pekan ini.
Di pasar, kerugiannya nyata. Minyak WTI AS ambles 10 persen ke level USD88,13 per barel. Sementara minyak acuan global, Brent, merosot lebih dalam lagi, 11 persen, menjadi USD99,94. Ini jadi penutupan terendah sejak pertengahan Maret lalu.
Volatilitas benar-benar menggila. Brent sendiri baru saja mencetak level tertinggi sejak 2022 pada Jumat lalu. Lonjakan dan penurunan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir mendorong indikator volatilitas 30-hari ke level tertinggi dalam dua tahun. Kontrak berjangka untuk bensin dan solar AS juga ikut terpuruk, turun sekitar 10 persen setelah sempat melambung.
Mengutip Reuters, Trump menyebut ada "titik kesepakatan besar" yang muncul dari pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir. Ia bahkan optimistis kesepakatan damai bisa segera terwujud.
Namun begitu, situasi di lapangan tetap panas. Harga sempat terjun bebas hampir 15 persen di pagi hari, sebelum sedikit memulihkan diri. Pemulihan itu terjadi setelah Iran meluncurkan serangan baru ke Israel dan lokasi lain di kawasan. Mereka juga membantah keras sedang bernegosiasi dengan Washington.
Garda Revolusi Iran bahkan mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengancam akan menyerang pembangkit listrik Israel dan fasilitas yang mendukung pangkalan militer AS di Teluk, jika ancaman AS untuk "menghancurkan" jaringan listrik Iran benar-benar dijalankan.
Dampak perang ini sudah sangat nyata. Fasilitas energi kunci di kawasan Teluk rusak. Yang lebih krusial, pelayaran melalui Selat Hormuz jalur vital bagi 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia nyaris terhenti total.
Meski lalu lintas secara keseluruhan masih macet, ada sedikit tanda aktivitas. Dua kapal tanker pengangkut LPG tercatat melintasi selat itu menuju India pada Senin, membawa muatan dari Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Turun Rp80.000 per Gram
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000
Analis: Koreksi IHSG Belum Masuk Kategori Krisis Sistemik
Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Ancaman Serangan ke Iran