Laba usaha tak kalah bagus, melonjak 20% menjadi Rp790 miliar. Puncaknya, laba bersih yang mencapai Rp424 miliar itu menghasilkan margin bersih sebesar 4,26%.
Tapi, margin yang terbilang tipis ini bukan tanpa sebab. Beban keuangan perusahaan ternyata cukup membebani, mencapai Rp164 miliar. Hal ini tak lepas dari utang bank perseroan yang jumlahnya cukup besar, yakni Rp1,38 triliun.
Melihat neracanya, posisi kas dan setara kas CPRO tercatat Rp135 miliar. Sementara persediaan barangnya membengkak hingga Rp1,85 triliun. Mayoritas, sekitar 85% atau senilai Rp1,57 triliun, berasal dari persediaan pakan.
Perseroan juga punya tagihan yang belum tertagih cukup besar. Piutang usahanya membesar sekitar 15% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp985 miliar di akhir 2025.
Di bagian ekuitas, angkanya tercatat Rp3,79 triliun dengan total aset Rp7,22 triliun. Sayangnya, saldo laba masih terperosok di zona negatif, minus Rp2,58 triliun. Dengan asumsi laba bersih tahunan bertahan di kisaran Rp400 miliar, butuh waktu kurang lebih enam tahun bagi saldo laba ini untuk kembali positif.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan