COMO - Skor telak 5-0 atas Pisa di Serie A, Minggu malam (22/3/2026), jelas sebuah hasil yang fantastis. Tapi bagi Cesc Fabregas, pelatih Como, angka-angka itu tiba-tiba kehilangan makna dibandingkan dengan sesuatu yang lebih dalam. Kemenangan gemilang itu, katanya, adalah persembahan untuk mendiang Michael Bambang Hartono.
“Hari ini adalah kemenangan penting karena kami kehilangan sosok penting di dunia Como,” ujar Fabregas, suaranya terdengar penuh perasaan.
“Kami mengirim pelukan hangat untuk keluarga Hartono. Karena mereka, kami semua bisa merasakan seperti ini. Kemenangan hari ini lebih penting dalam hal itu," tambahnya.
Jadi, di balik pesta gol yang dicetak oleh Assane Diao, Anastasios Douvikas, Martin Baturina, Nico Paz, dan Maxi Perrone, ada nuansa haru. Hasil besar itu mengangkat Como ke posisi keempat klasemen, unggul tiga poin dari Juventus di bawahnya, dan peluang Liga Champions kian nyata. Namun begitu, bagi Fabregas, semua pencapaian teknis itu seakan hanya latar belakang dari sebuah penghormatan.
Menariknya, Fabregas sendiri mengaku agak terkejut dengan skor akhir yang begitu meyakinkan. Padahal, sebelumnya dia sudah memperingatkan anak asuhnya bahwa laga melawan Pisa bakal sulit. Ternyata, timnya bermain cerdas.
“Kami menyerang ruang dengan baik untuk dua gol pertama. Ini pengalaman lain untuk perkembangan mereka," tuturnya.
Perkembangan itu sendiri memang luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan Como layak dapat acungan jempol. Fabregas tak bisa menyembunyikan kebanggaannya melihat anak-anak muda di skuadnya tumbuh. “Sulit untuk tidak jatuh cinta dengan para pemain muda ini. Kami mencapai apa yang kami targetkan dua tahun lalu,” ucapnya penuh keyakinan.
Sayangnya, euforia kemenangan sedikit ternoda oleh cedera yang dialami salah satu pemainnya. Fabregas menjelaskan, pemain tersebut mendapat dua benturan keras yang memaksanya keluar lapangan. “Dia pemain eksplosif dan itu sangat memengaruhinya. Ini disayangkan,” keluhnya. “Tapi inilah sepak bola. Kami harus melihat ke depan.”
Nah, dengan kemenangan emosional ini, Como masuk jeda internasional dengan kepercayaan diri melambung. Mereka bukan cuma mengokohkan posisi di papan atas, tapi juga membawa pulang sebuah kemenangan yang rasanya lebih dari sekadar tiga poin. Sebuah kemenangan yang ditujukan untuk mengenang seseorang yang berarti.
Artikel Terkait
Manchester United Incar 15 Pemain untuk Perombakan Skuad Besar-besaran demi Kembali ke Papan Atas
Perayaan Arsenal ke Final Liga Champions Picu Perang Opini Rooney vs Ian Wright
PSG Pastikan Tiket Final Liga Champions Usai Imbang 1-1 Lawan Bayern Munich
PSG ke Final Liga Champions Usai Tahan Imbang Bayern Munich 1-1