BRILink Agen di Sumbawa Permudah Akses Keuangan Warga Desa Terpencil

- Minggu, 22 Maret 2026 | 23:00 WIB
BRILink Agen di Sumbawa Permudah Akses Keuangan Warga Desa Terpencil

Dulu, urusan bank bagi warga Dusun Bukit Tinggi di Sumbawa itu benar-benar ribet. Bayangkan, cuma untuk kirim uang atau ambil duit, mereka harus tempuh perjalanan belasan kilometer. Jarak yang jauh itu sering bikin warga kelimpungan, apalagi kalau ada kebutuhan mendesak untuk usaha atau kehidupan sehari-hari.

Melihat kondisi itu, Rieche Endah, warga setempat, tergerak untuk berbuat sesuatu. Ia merasa harus ada solusi yang lebih dekat. Akhirnya, sejak 2013 lalu, ia memutuskan menghadirkan layanan BRILink Agen di desanya.

“Saya mulai jadi BRILink Agen sejak 2013,” kenang Rieche.

“Waktu itu saya lihat banyak tetangga yang kesulitan bertransaksi karena bank jauh banget. Saya pikir, kalau ada layanan yang bisa bantu mereka dari dekat, pasti bakal sangat meringankan.”

Dari situlah semuanya dimulai. Dengan niat membantu, Rieche menjalankan usahanya secara sederhana. Ia melayani transfer hingga tarik tunai. Perlahan tapi pasti, warga sekitar mulai tahu dan memanfaatkan jasanya.

Kepercayaan masyarakat pun tumbuh. Yang tadinya harus merantau ke kota untuk ke bank, kini punya pilihan di depan mata. Bagi para pedagang kecil di pasar, kehadiran Rieche benar-benar jadi penyelamat untuk urusan modal dan arus kas.

“Sekarang yang dateng nggak cuma warga sini,” ujarnya dengan nada bangga.

“Ada juga pedagang dan bahkan pendatang yang butuh transfer atau tarik uang. Alhamdulillah, mereka merasa terbantu.”

Namun begitu, perjalanannya tidak selalu mulus. Seiring usahanya semakin dikenal, tantangan juga datang. Sebagai ujung tombak transaksi keuangan, Rieche harus berhadapan dengan risiko kesalahan teknis hingga ancaman modus penipuan yang makin beragam.

“Tantangannya ya ada aja,” akunya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar