Ed Bastian, CEO Delta Air Lines, mengaku perusahaannya terpaksa menaikkan sebagian tarif tiket. Langkah itu buat mengimbangi biaya bahan bakar yang melonjak dua kali lipat sejak awal tahun.
Menariknya, meski ada tekanan biaya, saham Delta justru meroket hampir 5%. Rupanya, proyeksi laba mereka tetap sesuai panduan. Pasar seperti memberi apresiasi atas kemampuan manajemen menghadapi badai ini.
Di tengah semua gejolak ini, mata pelaku pasar kini tertuju ke sejumlah bank sentral utama. Federal Reserve, ECB, dan Bank of Japan akan menggelar rapat pekan ini. Keputusan mereka dinanti-nanti.
Lukman Otunuga, seorang analis di FXTM, punya pandangan menarik. Ia menilai bank sentral sedang terjepit dalam dilema yang kompleks. Di satu sisi harus menjaga pertumbuhan ekonomi, di sisi lain harus meredam inflasi yang dipicu konflik.
"Risiko inflasi berbasis geopolitik ini bisa memaksa peninjauan ulang kebijakan suku bunga," ujarnya. "Dan itu artinya, volatilitas pasar keuangan global bisa makin menjadi."
Ketegangan geopolitik ternyata juga merambah hubungan diplomatik. Presiden Trump dikabarkan meminta penundaan pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping. Di balik itu, ada desakan agar Beijing turut membantu mengamankan Selat Hormuz. Tampaknya, China yang selama ini jadi pembeli utama minyak Iran punya kepentingan berbeda. Hingga kini, respons positif dari Beijing belum kelihatan.
Sementara dari sisi korporasi, investor masih punya banyak hal untuk ditunggu. Laporan kinerja dari raksasa seperti DocuSign dan Lululemon Athletica akan segera dirilis. Selain itu, pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang, juga menarik perhatian. Ia memproyeksikan penjualan chip AI bisa menembus angka fantastis: USD 1 triliun pada 2027. Sebuah angka yang sulit dibayangkan, tapi datang dari perusahaan yang memang sering mengejutkan pasar.
Jadi, meski dibuka dengan warna hijau, perjalanan pasar saham pekan ini masih panjang. Dipenuhi oleh tarik-ulur antara harapan dan ketakutan, antara data korporasi dan gejolak geopolitik. Semuanya berbaur dalam satu hari perdagangan yang tak pernah membosankan.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri
PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang