Wall Street kembali menunjukkan napas lega di awal sesi Selasa (17/3). Setelah sempat tegang oleh lonjakan harga minyak, bursa saham AS dibuka menguat seiring meredanya sentimen negatif itu.
Indeks Dow Jones melonjak 0,8% ke level 47.303,81. Sementara S&P 500 dan Nasdaq juga ikut merangkak naik, masing-masing 0,6% dan 0,5%. Penguatan ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.
Nah, apa pemicunya? Ternyata, pasar mulai mencium angin optimis. Ada harapan baru soal pembukaan kembali Selat Hormuz jalur vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia. Menurut sejumlah saksi, harapan itu muncul dari kemungkinan terbentuknya koalisi internasional untuk mendukung upaya Amerika Serikat.
Namun begitu, suasana hati pasar masih mudah berubah. Dinamika geopolitik tetap jadi bayang-bayang yang mengkhawatirkan. Konflik AS dan Israel dengan Iran belum mereda, malah makin panas. Respons Teheran yang tak terduga terus menambah ketidakpastian global.
Di sisi lain, respons sekutu AS pun terbelah. Inggris dan Prancis membuka peluang diskusi untuk memberi dukungan. Berbeda dengan Jerman dan Jepang yang justru menolak permintaan bantuan langsung dari Presiden Donald Trump.
Meski sentimen membaik, harga minyak di pasar komoditas tetap membandel. Brent crude dan WTI masih bertengger di atas level USD 100 dan USD 94 per barel. Secara keseluruhan, kenaikan harganya sudah tembus 40% lebih sejak serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Cukup gila, kan?
Ketegangan makin terasa setelah ada laporan serangan terhadap kapal tanker di dekat Fujairah, Uni Emirat Arab. Insiden itu cuma bikin kerusakan ringan, sih. Tapi dampak psikologisnya besar menambah kekhawatiran bakal terganggunya jalur distribusi energi global. Belum lagi kebakaran di fasilitas minyak yang diduga akibat serangan drone. Risiko gangguan pasokan jelas makin nyata.
Dampaknya langsung terasa di sektor lain, seperti penerbangan.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri
PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang