Sementara untuk GDXJ, jadwal evaluasi selanjutnya baru akan dirilis pada September 2026.
Namun, euforia ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Pasar saham global, tak terkecuali IHSG kita, sebenarnya sedang dalam tekanan berat. Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya Iran, membuat banyak investor memilih untuk menahan napas.
Buktinya, IHSG tercatat sudah anjlok sekitar 15% dalam sebulan terakhir. Pagi ini, indeks bertengger di zona 6.951 jauh di bawah level psikologis 7.000. Tekanan ini makin menjadi karena ada sorotan dari lembaga pemeringkat soal prospek Indonesia, plus penantian panjang investor terhadap keputusan MSCI mengenai status investabilitas pasar kita.
Jadi, meski ada kabar baik dari sektor tambang, sentimen pasar secara keseluruhan masih diliputi awan kelabu. Investor tampaknya masih sangat berhati-hati.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing investor.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok ke Bawah 7.000, Dihantui Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pemerintah dan Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran di Makassar
BPH Migas Segel SPBU di Jember Diduga Salurkan BBM Subsidi Ilegal
Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China