IHSG Anjlok ke Bawah 7.000, Dihantui Eskalasi Konflik Timur Tengah

- Senin, 16 Maret 2026 | 10:00 WIB
IHSG Anjlok ke Bawah 7.000, Dihantui Eskalasi Konflik Timur Tengah

Pasar saham Indonesia dibuka dengan sentuhan merah pekat di awal pekan ini. IHSG terperosok tajam, bahkan sempat menembus batas psikologis 7.000, di tengah awan ketidakpastian yang menggantung. Investor tampaknya sedang menahan napas, menunggu bagaimana situasi global berkembang sambil bersiap menyambut libur panjang Nyepi dan Lebaran yang akan dimulai Rabu depan.

Data dari BEI menunjukkan betapa gawatnya situasi pagi ini. Indeks sempat anjlok 3,08% ke level 6.917,32 sebelum sedikit memulihkan diri. Meski begitu, posisinya masih terpuruk di zona merah dengan penurunan 2,33%. Transaksi harian pun terdampak, dengan nilai yang tercatat sekitar Rp3,24 triliun. Mayoritas saham tepatnya 586 emiten terkapar, sementara yang mampu bangkit hanya 91 saham. Ini sudah hari keempat IHSG melemah, dan dalam sebulan terakhir, kerugiannya sudah mencapai lebih dari 15%.

Menurut sejumlah analis, sikap wait and see investor memang menguat. Libur panjang selalu jadi momen dimana aktivitas melambat, apalagi kali ini dibayangi sentimen global yang suram.

Dan sentimen itu datang terutama dari Timur Tengah. Konflik yang sudah berjalan 16 hari belum ada tanda-tanda mereda. Malah, eskalasi justru meningkat. AS dikabarkan menyerang target Iran di Kharg Island, sementara Iran membalas dengan memperluas serangan ke negara-negara Teluk. Situasi ini bikin pasar khawatir, terutama soal stabilitas pasokan minyak dunia.

Kekhawatiran itu langsung terbaca di harga komoditas. Minyak mentah Brent melesat sekitar 10% dalam seminggu dan kini bertengger di atas USD103 per barel. Ini pertama kalinya harga minyak menembus level USD100 sejak 2022. Batu bara juga ikut naik, dengan indeks ICI4 menyentuh USD60 per ton.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar