Pasar saham pagi ini diwarnai kabar yang cukup menggembirakan bagi sektor tambang. Tiga emiten emas dalam negeri akhirnya masuk dalam jajaran indeks global bergengsi, MVIS Global Junior Gold Miners Index atau GDXJ. Ketiganya adalah Archi Indonesia (ARCI), Merdeka Gold Resources (EMAS), dan J Resources Asia Pasifik (PSAB).
Pengumuman resmi ini datang dari Market Vectors Index Solutions (MVIS), yang notabene merupakan penyedia indeks untuk VanEck. Perubahan komposisi ini bakal berlaku efektif mulai 20 Maret mendatang.
Lantas, bagaimana reaksi pasar? Ternyata, responsnya beragam sekali.
Di papan perdagangan BEI, tepatnya sekitar pukul setengah sepuluh pagi, EMAS justru jadi bintang dengan lonjakan fantastis 9,09% ke level Rp8.400. ARCI juga ikut menguat, meski lebih kalem, naik 1,56% ke Rp1.625. Namun begitu, PSAB malah berjalan sendiri dengan catatan merah, terpangkas 1,22% ke posisi Rp484 per saham.
Menurut sejumlah analis, langkah masuknya ketiga saham ini ke GDXJ jelas sebuah angin segar. Visibilitas mereka di mata investor global dipastikan bakal naik. Soalnya, indeks GDXJ ini sering jadi patokan untuk berbagai produk investasi yang fokus pada perusahaan penambang emas berkapitalisasi menengah ke bawah. Jadi, sorotannya lebih tajam.
Di sisi lain, evaluasi juga dilakukan MVIS untuk indeks lain, yakni MVIS Global Gold Miners Index (GDX). Untuk indeks yang satu ini, jadwal evaluasi berikutnya diumumkan bakal digelar pada 12 Juni 2026, dengan perubahan baru berlaku seminggu setelahnya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok ke Bawah 7.000, Dihantui Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pemerintah dan Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran di Makassar
BPH Migas Segel SPBU di Jember Diduga Salurkan BBM Subsidi Ilegal
Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China