Begitu kata analis mereka. Di sisi lain, dari dalam negeri sendiri ada ancaman lain. Lonjakan harga minyak dunia berpotensi membebani fiskal pemerintah, apalagi jika harganya melonjak jauh melampaui asumsi APBN. Gabungkan itu dengan tradisi pasar yang cenderung sepi sebelum lebaran, wajar jika aktivitas transaksi jadi sangat berhati-hati.
Meski begitu, di tengah tekanan yang meluas, masih ada sektor yang diandalkan untuk menopang. Menurut BRI Danareksa, sektor perbankan masih menjadi andalan utama pergerakan indeks.
Sayangnya, sinyal teknikal belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. IHSG dinilai masih terjebak dalam tren koreksi dengan pola lower high dan lower low. Analis mereka menambahkan, momentum bearish masih terlihat jelas dari indikator MACD yang bertengger di area negatif.
Level support kunci di 7.200 sudah jebol. Dengan tembusnya level itu, pintu untuk pelemahan lebih dalam pun terbuka. Target support berikutnya kini mengintai di kisaran 7.100 hingga 7.000.
Sebagai catatan, keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan investor.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 3,05%, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut ke Level 7.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,9 Juta per Gram
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Selat Hormuz Tetap Tertutup Picu Kekhawatiran Pasar
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi, Soroti Emiten Potensial