Gunung Semeru Kembali Batuk Abu, Status Siaga Dipertahankan
Sabtu pagi (14/3/2026) yang seharusnya tenang di Lumajang, kembali terusik. Sekitar pukul 05.30 WIB, Gunung Semeru menunjukkan aktivitasnya. Dari puncaknya, semburan abu vulkanis membubung tinggi, mengepul putih hingga kelabu, mengarah ke barat. Ketinggiannya? Sekitar seribu meter di atas puncak. Pemandangan yang mengingatkan kita betapa aktifnya gunung tertinggi di Jawa ini.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini terekam jelas di seismogram.
“Amplitudo maksimumnya 22 mm dengan durasi sekitar dua menit satu detik. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis PVMBG.
Nah, status Level III atau Siaga pun tetap dipertahankan. Artinya, kewaspadaan harus ditingkatkan. Pihak berwenang sudah mengeluarkan sejumlah imbauan ketat untuk keselamatan warga.
Intinya, masyarakat diminta menjauhi kawasan-kawasan rawan. Yang paling utama, jangan sekali-kali mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah. Area itu berbahaya, rawan terkena lemparan batu pijar kalau gunungnya batuk. Selain itu, aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan juga dilarang, hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Bahayanya bisa dari awan panas atau lahar.
Lalu, waspadai juga tepian sungai. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi Besuk Kobokan. Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar di sepanjang aliran ini bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Cukup jauh.
Di sisi lain, bukan cuma Besuk Kobokan yang perlu diawasi. Beberapa wilayah aliran sungai lain juga berpotensi terdampak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan pun tak boleh dianggap remeh. Potensi lahar dan guguran lava selalu mengintai.
Intinya, situasinya dinamis. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan aparat setempat. Jangan mudah percaya pada kabar yang sumbernya tidak jelas. Dengan koordinasi dan kewaspadaan yang baik, risiko bencana akibat aktivitas Semeru ini semoga bisa diminimalisir.
Artikel Terkait
DPR Desak Evaluasi Total Izin Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Kejari Gowa Banding Vonis Bebas Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang