Ancaman keras kembali dilayangkan Garda Revolusi Iran. Kali ini, sasaran mereka adalah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sumpah untuk mengejar dan membunuhnya disampaikan tegas di tengah perang yang masih berkecamuk antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Kalau penjahat pembunuh anak ini masih bernapas, kami akan terus memburunya. Kami akan menghabisi dia dengan segala kekuatan yang kita punya," begitu bunyi pernyataan yang dimuat di Sepah News, laman resmi mereka, seperti dikutip AFP, Minggu lalu.
Pernyataan panas ini muncul justru ketika jagat maya digegerkan oleh spekulasi tentang kondisi Netanyahu. Menurut laporan NDTV, banyak netizen yang mempertanyakan keanehan dalam sebuah video yang dirilis pada 13 Maret. Dalam rekaman itu, tangan Netanyahu terlihat memiliki enam jari, memicu dugaan kuat bahwa videonya sudah diutak-atik pakai teknologi AI.
Semua ini berawal dari serangan gabungan Israel dan AS ke Iran akhir Februari lalu. Serangan itu berakibat fatal: Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan tewas.
Iran pun tak tinggal diam. Balasan datang bertubi-tubi: serangan ke Israel, pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk, dan penutupan Selat Hormuz. Dalam situasi kacau balau itu, Netanyahu sempat 'menghilang' dari publik, persis ketika serangan balasan Iran semakin gencar.
Artikel Terkait
FFI: Kompetisi Mahasiswa Wondr NCFS 2026 Jadi Wadah Strategis Cetak Talenta Futsal Nasional
Trump di Hari Ulang Tahun ke-80 Bahas Iran, Rusia, dan Ukraina Lewat Telepon dengan Putin dan Zelensky
Indonesia Jajaki Tajikistan sebagai Gerbang Perluasan Pasar Manufaktur ke Kawasan Eurasia
KPK Terima Vonis 4,5 Tahun Penjara Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, Tak Ajukan Banding