Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Pastikan Kompensasi dan Investigasi Tuntas

- Selasa, 28 April 2026 | 10:40 WIB
Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Pastikan Kompensasi dan Investigasi Tuntas

BEKASI – Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan menjenguk para korban kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi. Ia memastikan semua yang terdampak mendapat perawatan maksimal. Nggak main-main, beliau bahkan menyebut kompensasi bakal diberikan.

“Sebagian sudah ada yang pulang. Kalau tidak salah, masih sekitar total 60 ya? 54 orang, dan hampir semuanya sudah ditangani dengan baik,” ucap Prabowo di hadapan awak media.

Menurutnya, beberapa korban bahkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Tapi, yang masih dirawat tetap dipantau ketat. “Pokoknya semuanya diurus. Ya, nanti semuanya ada kompensasinya,” tegasnya.

Suasana di rumah sakit pagi itu cukup ramai. Keluarga korban berdatangan, beberapa tampak lega, ada juga yang masih menahan haru. Presiden juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa dalam insiden ini. Ia langsung memerintahkan timnya untuk mengusut tuntas penyebab tabrakan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, membeberkan data terbaru. Total 14 orang meninggal dunia. Sementara 84 lainnya luka-luka. Dan, sampai berita ini diturunkan, masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta.

Proses evakuasi? Nggak cepat. Bobby bilang timnya sudah bekerja selama delapan jam penuh. “Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali. Nanti Kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi para korban,” ujarnya, nada bicaranya pelan tapi pasti.

Semua mata kini tertuju pada hasil investigasi. Publik tentu berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar