Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) memaksa PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian rute secara mendadak. Sejumlah ruas jalan utama yang ditutup akibat unjuk rasa tersebut berdampak langsung pada lintasan beberapa layanan bus, sehingga perusahaan pelat merah itu mengambil langkah pengalihan operasional untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan penumpang.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Transjakarta mengonfirmasi bahwa penutupan jalan terjadi di sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin hingga sekitar gedung DPR/MPR Jakarta Pusat. Manajemen menegaskan bahwa pengalihan rute ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sejumlah rute mengalami perubahan signifikan. Layanan Rute 9D jurusan Pasar Minggu–Tanah Abang terpaksa dialihkan karena penutupan jalan di kawasan Sudirman-Thamrin. Pada arah menuju Tanah Abang, bus tidak melayani pemberhentian di halte Bendungan Hilir hingga Pospol Jati Bunder, sementara untuk arah sebaliknya menuju Pasar Minggu, penumpang tidak dapat turun di halte Jambatan Serong hingga Bendungan Hilir.
Sementara itu, Rute 6B yang melayani trayek Ragunan–Balai Kota via Semanggi mengalami perubahan lintasan. Untuk arah menuju Balai Kota, kendaraan dialihkan melalui Petamburan, namun seluruh halte yang ada masih beroperasi normal dan tetap melayani pelanggan.
Di sisi lain, Rute 1B dan Rute 1F untuk sementara tidak dapat beroperasi sama sekali. Kedua layanan itu dihentikan karena penutupan jalan di sekitar gedung MPR/DPR yang menjadi salah satu titik konsentrasi massa aksi.
Rute 8N jurusan Kebayoran–Petamburan via Asia Afrika juga mengalami perpendekan lintasan. Pada arah menuju Slipi, bus tidak melayani pemberhentian di halte Istora Senayan hingga Halte Slipi. Sebaliknya, untuk arah menuju Kebayoran, penumpang tidak dapat naik atau turun di halte Riset BPK hingga Istora Senayan.
Kondisi serupa terjadi pada Koridor 9 yang melayani trayek Pinang Ranti–Pluit. Kepadatan lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR memaksa sebagian armada dialihkan melalui tol Petamburan. Akibatnya, sejumlah bus tidak melayani halte Gerbang Pemuda dan Petamburan, meskipun sebagian kendaraan lainnya tetap beroperasi normal melayani semua halte.
Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) telah mengumumkan rencana demonstrasi di Bundaran HI. Mereka berangkat dari kampus Depok menggunakan angkutan kota dan bus umum menuju lokasi unjuk rasa.
Pantauan di Lapangan FISIP UI, Depok, sekitar pukul 11.00 WIB, menunjukkan mahasiswa mulai berkumpul dengan mengenakan pakaian hitam, jas almamater, atau jaket kuning. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Menuju Indonesia Bangkrut” dan “Sweet 18 Rupiahku”. Sebelum berangkat menuju Bundaran HI, massa sempat menyampaikan orasi di lokasi kumpul.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pengemudi Truk Fuso Tabrak Lari Tokoh Pramuka Tangerang Raya
Pemerintah Penajam Paser Utara Siapkan Penanganan Darurat Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
Direktur Utama Blueray Cargo Akui Beri Mobil Mewah dan Jam Tangan ke Pejabat Bea Cukai
KPK Sita Uang Tunai Rp293 Juta dari Rumah Mantan Menteri Imipas Silmy Karim