Performa saham JATI sendiri sedang naik turun. Pada Kamis itu, sahamnya ditutup di level Rp108 per lembar, melemah 1,82%. Padahal sehari sebelumnya sempat melonjak 4,76%. Kalau dilihat lebih jauh, dalam sebulan terakhir sahamnya terkoreksi 6,9%. Bahkan dalam rentang tiga bulan, pelemahannya mencapai 25% – sebuah penurunan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, perusahaan memastikan satu hal penting. Aksi buyback ini sama sekali tidak akan mengurangi porsi kepemilikan publik atau free float hingga melanggar aturan BEI. Ketentuannya, free float minimal harus 7,5% dari total saham yang tercatat. JATI menjamin angka itu akan tetap terjaga.
Rencananya, program buyback akan berjalan mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Juni 2026 nanti. Lalu, saham-saham yang berhasil dibeli kembali itu punya perjalanan panjang. Periode pengalihan atau pelepasan saham hasil buyback diperkirakan akan berakhir paling lambat pada 8 Juni 2029.
Nah, itulah langkah strategis Jatis Mobile menghadapi fluktuasi pasar. Kita tunggu saja implementasinya.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan