Perusahaan pelayaran nasional, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), kembali membagikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya. Kali ini, nilai dividen tunai yang diumumkan untuk tahun buku 2025 cukup fantastis: Rp126 miliar.
Rinciannya, setiap lembar saham akan mendapat bagian sebesar Rp17. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung awal Maret lalu, tepatnya tanggal 9 Maret 2026.
Kalau dirunut, pembagian ini ternyata mengambil porsi yang cukup besar dari laba perusahaan. Angka Rp126 miliar itu setara dengan 59,07% dari total laba tahun 2025 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni sebesar Rp213,30 miliar.
Di sisi lain, kondisi keuangan ELPI terlihat cukup solid. Perusahaan masih punya saldo laba ditahan bebas senilai Rp807,34 miliar. Sementara itu, total ekuitasnya tercatat mencapai Rp2,7 triliun. Modal yang kuat ini tentu menjadi fondasi penting untuk operasional ke depan.
Melihat ke belakang, kebijakan dividen ELPI memang menunjukkan tren yang konsisten meningkat. Di tahun 2023 lalu, nilai dividen yang dibagikan 'baru' Rp46,69 miliar. Lalu, di 2024, angka itu melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp100,06 miliar, atau Rp13,50 per saham. Kenaikan ke Rp17 per saham tahun ini jelas merupakan kelanjutan dari tren positif tersebut.
Nah, bagi investor yang menunggu pencairan dana, berikut jadwal penting yang harus dicatat:
Cum Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi: 17 Maret 2026
Ex Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi: 24 Maret 2026
Cum Dividen Interim di Pasar Tunai: 26 Maret 2026
Ex Dividen Interim di Pasar Tunai: 27 Maret 2026
Tanggal kunci untuk kepemilikan saham adalah 26 Maret 2026. Pada tanggal itulah pemegang saham yang berhak atas dividen interim ditetapkan. Proses pembayaran dividennya sendiri baru akan dilakukan beberapa minggu kemudian, yaitu pada 10 April 2026.
Jadi, persiapkan portofolio dan catat baik-baik tanggal-tanggal tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar