Nah, meski tidak merilis detail nilai transaksi, ada petunjuk dari laporan bulanan. Per akhir Februari 2026, saham treasuri atau saham yang dibeli kembali oleh perusahaan bertambah sekitar 10,2 juta lembar. Jumlah ini membuat total saham treasuri menjadi 14,38 juta lembar, atau cuma sekitar 0,0128% dari total saham yang beredar.
Dari sisi kepemilikan, Prajogo Pangestu masih mendominasi dengan porsi 84,1%. Sisanya, sekitar 15,9%, dipegang oleh publik dan tentu saja saham treasuri tadi.
Di pasar, respons terhadap berita ini terlihat positif. Saham CUAN ditutup menguat 2,35% di level Rp1.305 per lembar pada perdagangan sore itu. Meski begitu, dalam rentang sebulan terakhir, performa sahamnya masih tertekan dengan penurunan hampir 20%. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp146,7 triliun.
Jadi, meski program buyback dipersingkat, aksinya terhitung cukup agresif dalam waktu singkat. Pasar pun memberi sambutan hangat, setidaknya untuk hari itu.
Artikel Terkait
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor
DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Saham Targetkan Lebih Terjangkau Investor Retail
GoTo Pangkas Kerugian Bersih Drastis Jadi Rp1,2 Triliun di 2025