DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor

- Rabu, 11 Maret 2026 | 21:05 WIB
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu lalu, manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akhirnya mengantongi restu untuk memecah nilai nominal sahamnya. Rasio yang disetujui adalah 1:25, atau yang biasa kita kenal dengan stock split. Ini bukan langkah kecil, tapi bagian dari strategi besar perusahaan.

Presiden Direktur DSSA, L Krisnan Cahya, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Menurutnya, langkah ini adalah wujud dari visi jangka panjang perseroan.

"Kami ingin saham DSSA lebih terjangkau bagi investor, tanpa sedikitpun mengubah nilai ekonomi yang melekat pada kepemilikan saham tersebut," ujar Krisnan.

Dia melanjutkan, dengan harga yang lebih mudah diakses, diharapkan basis pemegang saham bisa meluas. Hal ini pada gilirannya diyakini akan mendorong tata kelola perusahaan yang lebih kuat.

"Dengan menjangkau lebih banyak investor, tanggung jawab dan akuntabilitas kami sebagai perusahaan terbuka tentu akan semakin meningkat," tambahnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Secara teknis, dampaknya cukup signifikan. Saham DSSA yang kini bertengger di level Rp94.000 per lembar, nantinya akan menyentuh kisaran Rp3.750 pasca pemecahan. Jumlah saham yang beredar pun bakal melonjak drastis, dari sekitar 7,7 miliar lembar menjadi hampir 192,6 miliar lembar.

Namun begitu, Krisnan menegaskan satu hal penting. Stock split ini murni penyesuaian jumlah lembar. Hak suara dan nilai ekonomi yang dimiliki setiap investor tetap sama, tidak berkurang ataupun berubah. Hanya saja, lembarannya yang bertambah banyak.

Lalu, apa harapan perusahaan? Tentu saja ada efek psikologis dan likuiditas di pasar.

"Kami berharap ini bisa mendongkrak volume perdagangan, menciptakan dinamika yang lebih hidup di pasar harian, dan pada akhirnya membentuk persepsi positif terhadap kinerja serta nilai fundamental DSSA," tuturnya.

Untuk jadwal pelaksanaannya, investor perlu mencatat. Perdagangan dengan nilai nominal lama akan berlangsung hingga 6 April 2026. Setelah itu, mulai 7 April 2026, saham DSSA sudah akan diperdagangkan dengan nilai nominal yang baru hasil pemecahan.

(DESI ANGRIANI)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar