Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu kemarin, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akhirnya mendapat lampu hijau. Perusahaan itu bakal melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Rencana ini sudah lama digodok, dan kini resmi mendapatkan persetujuan.
Presiden Direktur DSSA, L Krisnan Cahya, menjelaskan langkah ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
"Visi kami sederhana: membuat saham DSSA lebih terjangkau bagi lebih banyak investor," ujar Krisnan.
Ia menekankan, nilai ekonomi kepemilikan saham sebenarnya tak berubah sama sekali. Hanya saja, harganya per lembar akan jadi lebih ringan di kantong.
Kalau sekarang harga saham DSSA bertengger di Rp94.000 per lembar, nanti setelah split, harganya bakal menyentuh kisaran Rp3.750. Jelas, ini bakal bikin saham tersebut lebih liquid dan ramai diperdagangkan.
Di sisi lain, jumlah saham yang beredar otomatis melonjak drastis. Dari semula sekitar 7,7 miliar saham, bakal membengkak jadi hampir 192,6 miliar saham. Tapi sekali lagi, Krisnan mengingatkan, hak suara dan nilai ekonomi para pemegang saham tetap sama. Cuma jumlah lembaran di portofolio yang bertambah.
"Harapannya sih, dengan harga yang lebih terjangkau, volume perdagangan harian jadi lebih dinamis," tambahnya.
Ia yakin langkah ini juga bisa menciptakan persepsi pasar yang lebih positif terhadap kinerja operasional DSSA ke depannya. Dengan basis investor yang lebih luas, tata kelola perusahaan juga diharapkan makin kuat dan akuntabel.
Nah, untuk jadwal pelaksanaannya, investor perlu catat baik-baik. Perdagangan dengan nilai nominal lama akan berlangsung hingga 6 April 2026. Kemudian, mulai 7 April 2026, saham DSSA sudah akan diperdagangkan dengan nilai nominal barunya di pasar reguler dan negosiasi.
Jadi, siap-siap saja melihat pergerakan saham emiten ini di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%