Namun begitu, pernyataan itu seolah tak sejalan dengan realita di lapangan. Faktanya, AS justru disebut-sebut melancarkan serangan udara yang sangat intensif ke wilayah Iran. Jadi, mana yang harus dipercaya pasar? Kabar dari pemimpin atau laporan dari medan?
Ketidakpastian ini makin menjadi-jadi dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dia dikenal sebagai sosok konservatif garis keras. Banyak analis langsung khawatir. Kekhawatiran utamanya sederhana: dengan figur seperti ini, konflik berpotensi berkepanjangan dan jalan menuju meja perundingan damai akan terasa lebih berliku.
Pada akhirnya, pasar saham seperti sedang menahan napas. Mereka menunggu kejelasan yang tak kunjung datang, terjepit antara harapan dan kewaspadaan.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual