CYBR Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026

- Selasa, 10 Maret 2026 | 19:30 WIB
CYBR Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026

PT ITSEC Asia Tbk, atau yang dikenal dengan kode saham CYBR, baru saja mengumumkan rencana besar. Mereka akan melakukan stock split dengan rasio satu banding dua. Ini kabar yang cukup menarik untuk disimak.

Kalau kita lihat kondisi saat ini, nilai nominal per lembar saham CYBR ada di angka Rp25. Jumlah saham yang beredar di pasar pun cukup banyak, mencapai lebih dari 6,7 miliar lembar. Nah, setelah stock split nanti, harganya bakal dipotong jadi setengahnya, yaitu Rp12,50 per saham. Di sisi lain, jumlah saham yang beredar justru bakal melonjak dua kali lipat, menjadi sekitar 13,4 miliar lembar.

Manajemen perusahaan menegaskan, aksi korporasi ini sama sekali tidak mengubah nilai kepemilikan investor. "Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau," tutur mereka.

Maksudnya begini, jumlah dan harga saham milik Anda akan disesuaikan secara proporsional. Jadi, nilai ekonominya tetap sama persis seperti sebelum stock split dilakukan. Tidak ada yang hilang, hanya bentuknya saja yang berubah.

Namun begitu, rencana ini belum final. CYBR masih harus mengantongi persetujuan dari para pemegang saham. Mereka berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026 mendatang untuk membahas dan menyetujui langkah ini.

Tak hanya saham biasa, perseroan juga akan menyesuaikan instrumen Waran Seri I. Penyesuaiannya sejalan dengan rasio stock split tadi. Saat ini, ada sekitar 240 juta waran dengan nilai Rp400. Setelah penyesuaian, nilainya turun jadi Rp200 per waran, tapi jumlahnya membengkak menjadi hampir 480,5 juta unit.

Jadi, itulah rencana CYBR ke depan. Stock split seringkali dimaknai sebagai strategi untuk meningkatkan likuiditas dan membuat saham tampak lebih ramah di kantong investor retail. Kita tunggu saja hasil RUPSLB-nya nanti.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar