Beban tersebut berasal dari pembentukan cadangan kerugian kredit ekspektasian untuk pinjaman yang diberikan kepada PT Persada Sentral Mineral. Cadangan ini sepenuhnya dibukukan di akhir tahun, yang secara teknis mempengaruhi perhitungan kuartalan.
Meski laba tahunannya turun, kondisi ekuitas ADMR justru menguat. Per 31 Desember 2025, total ekuitasnya membesar menjadi USD 1,71 miliar, naik dari posisi akhir 2024 yang sebesar USD 1,5 miliar.
Di lain sisi, liabilitas atau kewajiban perusahaan juga melonjak cukup tinggi, mencapai USD 1,17 miliar. Dengan demikian, total aset ADMR pun terdongkrak naik menjadi USD 2,89 miliar. Sebuah gambaran neraca yang menunjukkan ekspansi, meski diiringi dengan beban yang lebih berat.
Laporan ini memberikan gambaran yang beragam. Di satu sisi, profitabilitas tahunan terkikis. Tapi di sisi lain, kekuatan neraca dan performa kuartal terakhir masih menunjukkan ketahanan. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak
PT ITSEC Asia (CYBR) Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026
CYBR Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026