AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal

- Selasa, 10 Maret 2026 | 21:35 WIB
AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal

Dalam sebuah pengarahan di Pentagon, Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengungkapkan operasi militer terbaru yang cukup signifikan. Mereka baru saja menjatuhkan puluhan bom raksasa masing-masing seberat satu ton ke target-target Iran yang tersembunyi jauh di dalam bumi. Serangan ini, menggunakan senjata penetrasi berteknologi GPS, jelas menunjukkan fokus Pentagon untuk menghancurkan aset musuh yang bersembunyi di bawah tanah.

“Pesawat pembom strategis kami baru-baru ini melaksanakan penyerangan terhadap peluncur rudal yang terkubur dalam, terutama di wilayah selatan,” ujar Caine.

“Tak hanya itu, kami juga menghantam pabrik-pabrik drone satu arah. Tujuannya untuk melumpuhkan jantung kemampuan otonom mereka,” tambahnya dalam konferensi pers yang dilansir CNN, Selasa (10/3/2026).

Di sisi lain, baik Caine maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth sama-sama menegaskan satu poin kunci. Prioritas utama AS saat ini adalah melumpuhkan kemampuan Iran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal. Itu sebabnya, basis industri militer mereka, terutama fasilitas bawah tanah, menjadi sasaran utama.

Namun begitu, ada satu tantangan besar yang masih mengambang. Meski klaim kemajuan terus disuarakan, belum jelas bagaimana Pentagon berencana menangani ancaman yang paling sensitif: fasilitas nuklir bawah tanah Iran. Lokasi-lokasi itu diduga menyimpan uranium yang sangat diperkaya, dan menghancurkannya bukan perkara mudah.

Seperti pernah dilaporkan CNN sebelumnya, menghapus persediaan uranium semacam itu mustahil hanya mengandalkan serangan udara. Pembicaraan internal di era pemerintahan Trump bahkan sempat membahas opsi yang lebih berisiko: mengerahkan pasukan darat untuk mengambil material itu langsung dari dalam bunker.

Menurut sejumlah saksi yang diwawancarai CNN, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat, misi semacam itu bakal membutuhkan skala pasukan yang sangat besar. Bukan sekadar operasi rahasia tim kecil pasukan khusus, melainkan sebuah mobilisasi yang jauh lebih masif dan berbahaya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar