Presiden Prabowo Tegaskan Kekuasaan adalah Amanah dan Tugas Melindungi Seluruh Rakyat

- Selasa, 10 Maret 2026 | 21:45 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Kekuasaan adalah Amanah dan Tugas Melindungi Seluruh Rakyat

Jakarta. Di Istana Negara yang terang benderang, Selasa malam (10/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang dalam. Acaranya adalah peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan. Di hadapan para tamu undangan, Prabowo bicara soal hakikat kepemimpinan. Bukan sekadar soal jabatan, katanya. Lebih dari itu.

Kepemimpinan, menurutnya, adalah amanah. Sebuah takdir yang bersumber langsung dari Tuhan. "Kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa," ujar Prabowo dengan tegas.

Suasana hening menyergap ruangan saat kalimat itu diucapkan.

Dia melanjutkan, kekuasaan yang diberikan itu bukan untuk dinikmati sendiri. Melainkan sebuah penugasan. Tugasnya berat: membela kebenaran, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan kejujuran. Semakin dalam dia merenungi makna kepemimpinan, semakin kuat keyakinannya akan hal itu. Kekuasaan adalah titipan yang mesti dipertanggungjawabkan.

Nada bicaranya kemudian berubah, lebih personal. Prabowo menyinggung tugas konkretnya sebagai presiden.

"Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Kalimat berikutnya diucapkan perlahan, penuh penekanan. "Apa pun ras dan agamanya harus dilindungi, dijaga, dirawat, dan dibina."

Pesan itu jelas. Tanggung jawab seorang pemimpin, dalam pandangannya, bersifat menyeluruh. Tanpa pandang bulu. Tanpa memilah-milah. Amanah itu diberikan untuk membawa kesejahteraan bagi semua. Bukan untuk segelintir orang.

Malam itu, di antara rangkaian acara keagamaan, pesan politik dan spiritual menyatu. Prabowo seakan mengingatkan diri sendiri dan juga semua yang hadir. Bahwa kursi kepemimpinan itu dingin jika diisi tanpa kesadaran akan tanggung jawab yang begitu besar. Titipan Tuhan untuk rakyat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar