Jakarta. Di Istana Negara yang terang benderang, Selasa malam (10/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang dalam. Acaranya adalah peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan. Di hadapan para tamu undangan, Prabowo bicara soal hakikat kepemimpinan. Bukan sekadar soal jabatan, katanya. Lebih dari itu.
Kepemimpinan, menurutnya, adalah amanah. Sebuah takdir yang bersumber langsung dari Tuhan. "Kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa," ujar Prabowo dengan tegas.
Suasana hening menyergap ruangan saat kalimat itu diucapkan.
Dia melanjutkan, kekuasaan yang diberikan itu bukan untuk dinikmati sendiri. Melainkan sebuah penugasan. Tugasnya berat: membela kebenaran, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan kejujuran. Semakin dalam dia merenungi makna kepemimpinan, semakin kuat keyakinannya akan hal itu. Kekuasaan adalah titipan yang mesti dipertanggungjawabkan.
Nada bicaranya kemudian berubah, lebih personal. Prabowo menyinggung tugas konkretnya sebagai presiden.
Artikel Terkait
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa
Mobil Pemudik Hangus Terbakar di Buton Tengah, Tiga Penumpang Selamat