Sore itu, suasana ramai terlihat di beberapa titik sekitar Mabes Polri di Jakarta Selatan. Bukan karena ada kegiatan operasi, melainkan aksi berbagi. Sebanyak 1.500 paket takjil dan makanan dibagikan kepada masyarakat yang melintas, sebuah tradisi tahunan yang kembali digelar.
Inisiatifnya datang dari kalangan jurnalis, yang kemudian didukung penuh oleh jajaran Polri. Menurut sejumlah saksi, antusiasme warga terlihat cukup tinggi, terutama dari para pekerja yang masih berkutat dengan aktivitasnya jelang buka puasa.
“Ini agenda tahunan antara Polri dengan seluruh teman-teman media, wartawan Trunojoyo Mabes Polri, bersinergi, kolaborasi dalam memberikan hikmah dan berkontribusi pada berkah bulan Ramadan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.
Dia menegaskan, kolaborasi seperti ini adalah wujud empati nyata. Takjil dan makanan itu terutama ditujukan bagi mereka yang masih sibuk bekerja hingga petang.
“Setiap tahunnya kita membagikan beberapa makanan berupa takjil dan makanan kepada masyarakat mendekati buka puasa masih di tengah-tengah pekerjaannya,” tutur Trunoyudo.
“Seperti beberapa pengemudi ojol, ya, tentu beberapa pengemudi kendaraan umum lainnya. Ini menjadi perhatian dan empati kita bersama,” lanjutnya.
Di sisi lain, momentum Ramadan ini juga dipakai Trunoyudo untuk menyampaikan pesan terkait mudik yang akan datang. Dia berharap perjalanan masyarakat nanti bisa lancar tanpa kendala. Semua jajaran, katanya, sudah disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik.
Namun begitu, dia mengingatkan satu hal penting. Keselamatan harus jadi prioritas utama.
“Keselamatan paling utama dalam mudik adalah sampai dengan tujuan, bukan kecepatan,” imbuhnya tegas.
Trunoyudo juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang disediakan polisi. Jangan ragu untuk melapor atau menitipkan rumah dan kendaraan yang ditinggalkan.
“Disampaikan RT, RW yang tinggal dan khususnya kepada Polri ada Bhabinkamtibmas. Ada juga penitipan barang-barang kendaraan ke Polsek atau ke kantor-kantor polisi. Silakan ini diberdayakan,” pungkasnya.
Aksi sore itu pun berakhir dengan tangan-tangan penuh dan senyum. Sebuah kolaborasi sederhana, tapi punya makna yang dalam di bulan suci.
Artikel Terkait
Menlu Iran Tiba di Pakistan, Bantah Akan Ada Pertemuan Langsung dengan AS
Pemprov Kalteng Targetkan Cetak 10.000 Mahasiswa Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana
Perempuan sebagai Pusat Cerita, Enam Film Indonesia Angkat Realitas dan Perjuangan Hidup
Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Jogja, Dugaan Penganiayaan Anak Terungkap