Pulihnya kepercayaan investor terlihat jelas. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,6 persen. Bahkan, Kospi Korea Selatan melesat luar biasa, naik 6,4 persen. Kenaikan drastis ini memaksa Bursa Korea mengaktifkan mekanisme sidecar dan menghentikan perdagangan program selama lima menit.
Meski demikian, jangan dulu berpesta. Latar belakangnya masih sangat tegang. Militer Iran sudah mengeluarkan peringatan keras soal serangan misil lanjutan. Trump pun membalas ancaman dengan nada yang tak kalah garang lewat unggahan di Truth Social.
Di pasar obligasi, ada sedikit kelegaan. Surat utang pemerintah AS mulai pulih setelah sebelumnya tertekan kekhawatiran inflasi akibat minyak. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun tipis ke 4,109 persen. Pelaku pasar juga kini memprediksi The Fed baru akan memangkas suku bunga pada Juli, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Analis ING punya pandangan yang lebih berhati-hati. Mereka mengakui imbal hasil obligasi masih berada di level yang mengkhawatirkan.
Sementara itu, dolar AS melemah sedikit. Indeks yang mengukur kekuatannya terhadap mata uang utama dunia turun 0,1 persen, menghapus semua kenaikan yang diraih dalam sepekan terakhir. Pasar tampaknya mengambil jeda sejenak, menunggu perkembangan selanjutnya dari kancah geopolitik yang masih sangat panas.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Sentuh Rp3,047 Juta per Gram
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Rupiah Tertekan Global, Pelemahan Masih Lebih Moderat Dibanding Mata Uang Asia Lain
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan