Yang mengkhawatirkan, pelemahan ini terjadi secara merata. Hampir tidak ada sektor yang bisa lolos dari koreksi. Sektor barang baku jadi yang paling menderita, ambles hingga 8,55 persen. Sektor infrastruktur dan non-primer juga babak belur, masing-masing turun 7,55 persen dan 6,72 persen.
Di sisi lain, sektor-sektor lain seperti energi dan perindustrian tak kalah terpukul, dengan penurunan di atas 5 persen. Sektor properti, transportasi, dan primer ikut terseret, meski koreksinya sedikit lebih ringan. Bahkan sektor teknologi dan kesehatan pun tak bisa menghindar.
Hanya sektor keuangan yang relatif lebih tahan banting, meski tetap saja melemah 2,19 persen. Itu pun jadi penurunan paling tipis hari ini. Situasinya benar-benar suram dari ujung ke ujung.
Pagi ini, suasana di kantor pialang terasa berat. Para trader tampak sibuk memantau layar monitor yang dipenuhi warna merah. Kombinasi pelemahan Rupiah dan IHSG ini jelas memberi pukulan ganda bagi sentimen investor. Menunggu apakah ada intervensi atau kabar baik yang bisa mengubah arah pasar menjadi tantangan berikutnya.
Artikel Terkait
Matahari Department Store Gelar RUPS Ganda di Tengah Penurunan Laba 2025
PGN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Gas pada 2026
Konflik Timur Tengah Picu Anjloknya Wall Street dan Lonjakan Harga Minyak
Lippo Cikarang Hibahkan Lahan 31,3 Hektare di Meikarta untuk Rumah Subsidi