Lonjakan harga minyak dunia pekan lalu sebenarnya bisa jadi angin segar bagi saham-saham energi di Bursa Efek Indonesia. Tapi, realitanya nggak sesederhana itu. IHSG yang ambruk tajam justru jadi cerita utama, menahan laju penguatan sektor migas.
Data harganya sendiri cukup fantastis. Minyak mentah WTI melonjak 12,21 persen hanya dalam sehari, ditutup di USD90,90 per barel pada Jumat (6/3/2026). Sementara Brent ada di posisi USD92,69. Kalau dilihat pergerakan sepekan, kenaikannya bahkan lebih gila lagi. WTI melesat 35,63 persen! Ini jadi reli mingguan terbesar sejak masa pandemi 2020 lalu.
Dengan kondisi begitu, beberapa emiten migas masih bisa menunjukkan taring. APEX jadi yang paling perkasa, meroket 11,54 persen ke level Rp232. RUIS juga tak kalah, menguat 8,06 persen. Ada pula ENRG dan MEDC yang masing-masing naik 3,69 persen dan 2,32 persen.
Tapi, ceritanya nggak seragam buat semua perusahaan.
Di sisi lain, tekanan jual justru menghantam saham-saham energi lainnya. RATU, misalnya, terpukul paling dalam dengan penurunan hampir 23 persen ke Rp5.550. RAJA dan AKRA juga ikut terperosok, mencerminkan betapa selektifnya pasar saat ini.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan