Presiden Iran Kecam AS-Israel dalam Telepon dengan Putin, Desak Dukungan Internasional

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB
Presiden Iran Kecam AS-Israel dalam Telepon dengan Putin, Desak Dukungan Internasional

Dalam sebuah percakapan telepon yang tegang, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan posisi negaranya. Komitmen untuk mempertahankan kedaulatan, katanya, tak akan goyah. Namun di sisi lain, Iran juga tetap membuka jalan bagi perdamaian yang abadi. Pernyataan ini muncul di tengah situasi panas, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.

Percakapan itu dilakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pezeshkian tak ragu menyampaikan kecamannya atas apa yang disebutnya tindakan agresif dari Washington dan Tel Aviv.

Semua ini berawal dari aksi militer AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan itu bukan main-main Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Iran pun tak tinggal diam. Balasan datang berupa hujan rudal dan drone, yang diarahkan baik ke wilayah Israel maupun sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.

Dengan nada keras, Pezeshkian mengecam pembunuhan terhadap Ayatollah Khamenei. Menurutnya, itu adalah tindakan yang melanggar hukum internasional. Dia juga menyoroti apa yang dilihatnya sebagai sikap arogan kekuatan asing.

"Para penindas, menggunakan kekuatan buta dan sembrono, mencoba memaksakan kehendak mereka pada bangsa-bangsa. Tapi lihatlah, dukungan besar rakyat Iran terhadap negara mereka justru menunjukkan satu hal: serangan seperti ini hanya mengeraskan tekad kami untuk membela tanah air."

Pernyataan itu dikutip dari media Iran, Press TV, pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam pembicaraan dengan Putin, Pezeshkian juga menyanggah pernyataan Israel yang menyangkal niat menyerang. Baginya, itu jelas tipu daya. "Sekarang semua orang sudah paham," ujarnya, "sifat mereka penuh kebencian dan kelicikan. Di tengah pembicaraan negosiasi sekalipun, mereka malah menyerang kami."

Di akhir percakapan, Presiden Iran itu mendesak Putin untuk turun tangan. Dia meminta pemimpin Rusia itu menggunakan pengaruh internasionalnya untuk mendukung hak-hak sah Iran menghadapi agresi ini. Sebuah permintaan yang jelas mencerminkan betapa gentingnya situasi saat ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar