Lalu, apa yang bikin reli minyak global gagal mendongkrak sektor ini secara keseluruhan? Jawabannya ada pada pelemahan pasar domestik yang luar biasa berat. IHSG anjlok 7,89 persen dalam sepekan, berakhir di 7.585,69. Hanya satu hari hijau dalam lima sesi perdagangan. Suasana pasarnya benar-benar lesu.
Sentimen negatif datang dari mana-mana. Mulai dari eskalasi ketegangan AS-Israel dengan Iran yang bikin investor khawatir, sampai revisi outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat. Isu transparansi pasar saham kita juga ikut disorot. Ditambah lagi, aksi jual bersih investor asing senilai Rp2,48 triliun di pasar reguler semakin memperberat beban IHSG.
Jadi, meski harga komoditas energinya sedang bersinar, saham-sahamnya di dalam negeri masih harus berjuang keras melawan badai yang menerpa pasar secara keseluruhan. Performanya jadi terfragmentasi; ada yang kuat, banyak yang terkapar.
Perlu diingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan