PSM Makassar Lakukan Restrukturisasi Teknis, Zulkifli Syukur Jadi Direktur Teknik

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB
PSM Makassar Lakukan Restrukturisasi Teknis, Zulkifli Syukur Jadi Direktur Teknik

Sabtu malam di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, ada kejutan yang tersembunyi di balik laga antara Malut United dan PSM Makassar. Bukan cuma soal formasi pemain, tapi juga ada perubahan mencolok di bangku cadangan Pasukan Ramang. Tony Ho, yang namanya ramai disebut-sebut bakal naik jadi pelatih kepala, ternyata absen dari daftar staf resmi. Sebagai gantinya, muncul nama baru: Zulkifli Syukur.

Ya, mantan bek kanan timnas dan eks kapten PSM itu kini resmi ditunjuk sebagai direktur teknik. Sementara itu, Tomas Trucha tetap bertahan di posisi pelatih kepala. Langkah ini jelas bagian dari upaya klub menata ulang struktur teknis di tengah musim yang terasa berat. Performa PSM belakangan memang jauh dari kata stabil.

Di tengah semua dinamika itu, asisten pelatih Ahmad Amiruddin mencoba mengalihkan perhatian ke hal yang lebih mendasar: mentalitas. Menjelang duel di Ternate, ia mendorong anak asuhnya untuk tampil tanpa beban. Harapannya sederhana, kualitas yang kerap ditunjukkan saat latihan bisa terbawa ke lapangan hijau saat pertandingan sungguhan.

“Yang saya pesankan kepada pemain, percaya diri, berlatihlah seperti kamu bertanding, dan bertandinglah seperti kamu berlatih. Itu saja,”

Pesan Amiruddin terdengar simpel. Tapi di balik kalimat itu, ada kegelisahan yang nyata. Tim pelatih sendiri sedang berusaha memecahkan teka-teki yang cukup pelik. Performa pemain di lapangan latihan dan di pertandingan resmi ibarat dua dunia yang berbeda.

Saat latihan, semuanya terlihat bagus. Intensitas tinggi, eksekusi taktik jalan. Tapi begitu laga dimulai, semuanya serasa buyar. Kontras inilah yang masih jadi pekerjaan rumah utama.

“Problem utama kami itu yang sedang kami pelajari sampai hari ini, kenapa performa kami ketika di latihan dengan di pertandingan jauh berbeda,”

Amiruddin mengaku, setiap sesi latihan selalu dianalisis dengan detail. Dari situ, tim pelatih kerap merasa optimis. Sayangnya, harapan itu sering tak sesuai kenyataan di lapangan. Akibatnya, PSM harus berjuang ekstra, bukan cuma secara teknis tapi juga secara mental.

Selain soal mental bertanding, ada satu hal lain yang ditekankan Amiruddin. Sesuatu yang menurutnya tak boleh dilupakan oleh siapa pun yang mengenakan seragam merah marun: kebanggaan.

Ia ingin pemainnya selalu ingat kehormatan yang melekat pada jersey PSM. Rasa bangga itu, katanya, bisa jadi energi tak terlihat yang mampu mengubah segalanya.

“Selalu punya kebanggaan ketika kalian memakai jersey PSM,”

Amiruddin tak menampik bahwa kondisi tim sedang tidak ideal. Rentetan hasil buruk jelas membebani. Namun begitu, ia masih melihat secercah harapan. Komitmen dan kerja keras pemain di setiap latihan masih tetap tinggi. Itulah modal yang membuatnya yakin badai ini akan berlalu.

“Memang PSM pada dasarnya dalam kondisi yang kurang bagus karena rentetan hasil yang buruk ini. Tapi kami melihat bahwa pemain senantiasa bekerja keras. Insyaallah masa-masa sulit ini akan kami lalui bersama,”

Jadi, dengan struktur baru yang menempatkan Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik dan Trucha tetap di kursi kepelatihan, PSM sedang berusaha menemukan kembali jati diri mereka. Laga di Ternate ini bukan cuma soal tiga poin. Lebih dari itu, ini tentang membuktikan bahwa Pasukan Ramang masih punya nyali untuk bangkit.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar