TVRINews, Jakarta
Penulis: Ricardo Julio
Di tengarai berbagai gejolak global yang tak menentu, kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap tangguh. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, situasi sekarang ini jauh dari kata krisis dan punya perbedaan mendasar dengan kondisi kelam tahun 1998.
Optimisme itu punya dasarnya. Untuk tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,11 persen. Angka itu menempatkan kita di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara G20, cuma kalah dari India. Di sisi lain, soal defisit anggaran, kita justru terlihat lebih berhati-hati. Defisit kita terjaga di bawah 3 persen jauh lebih rendah ketimbang India (4%), Prancis (4,4%), atau bahkan Amerika Serikat yang mencapai 6,3%.
Lembaga-lembaga internasional macam IMF dan Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal berkutat di angka 2,6 sampai 3,3 persen. Namun, ekonomi Indonesia tahun ini justru diprediksi bisa melesat hingga 5,3 persen. Bahkan, Airlangga menyimpan keyakinan lebih tinggi untuk kuartal pertama 2026.
"Jauh berbeda dengan situasi tahun 1998. Dari segi ekonomi makro, saya katakan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) adalah 5,11 persen. Dan proyeksi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan kuartal pertama tahun ini, kami optimis pertumbuhan Indonesia di kuartal pertama sekitar 5,5 persen,"
Demikian penjelasan Airlangga dalam Media Briefing bersama media internasional di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Risiko resesi? Tampaknya kecil. Mengutip laporan Bloomberg, Indonesia masuk dalam kategori negara dengan risiko resesi sangat rendah, cuma 5 persen. Bandingkan dengan Brasil dan China (15%), atau Jepang dan AS yang risikonya mencapai 30 persen.
Lantas, apa yang membuat fondasi kita cukup kuat? Airlangga menyoroti peran ekonomi domestik yang menyumbang 54 persen dari PDB. Ketahanan pangan dan energi juga jadi penopang penting. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras sejak 2025 dengan produksi mencapai 34,7 juta ton.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Pasca Gempa Flores Timur
Prabowo dan Putin Bahas Intensifikasi Dialog di Tengah Gejolak Global
Mantan Ajudan Gubernur Riau Gugat KPK Rp 11 Miliar
Kemensos dan Kemenkop Sinergi Ajak Penerima Bansos Bekerja di Koperasi