Ancaman intervensi militer Amerika Serikat mulai mengemuka, menyusul penindasan brutal oleh otoritas Iran terhadap gelombang demonstrasi yang menewaskan ribuan warganya sendiri. Menanggapi situasi itu, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Alice Rufo, punya pendapat yang jelas. Bagi Prancis, langkah militer bukanlah opsi utama.
"Saya pikir kita harus mendukung rakyat Iran dengan cara apa pun yang kita bisa," ujar Rufo dalam siaran politik 'Le Grand Jury', Senin lalu.
Namun begitu, ia dengan tegas menegaskan posisi negaranya. "Intervensi militer bukanlah pilihan utama," katanya. Menurutnya, tugas untuk mengubah keadaan ada di tangan rakyat Iran sendiri. "Terserah rakyat Iran untuk menyingkirkan rezim ini," tambahnya.
Rufo juga menyoroti sebuah kendala besar: sulitnya mendokumentasikan kejahatan massal yang terjadi. Penyebabnya? Pemadaman internet skala besar yang membuat Iran nyaris terisolasi dari dunia luar. Sejak 8 Januari, lebih dari 90 juta penduduk terputus jaringan, tepat di saat protes meluas berkecamuk.
Di balik gelapnya layar itu, operasi penindasan berjalan. Menurut laporan dari kelompok hak asasi manusia, korban tewas sudah mencapai beberapa ribu. Bahkan, organisasi Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia menyebut angka sebenarnya bisa melonjak drastis mungkin lebih dari 25.000 jiwa.
Artikel Terkait
Kemensos dan Pemprov Maluku Utara Sepakat Bangun Layanan Terpadu untuk Kelompok Rentan, Sekolah Rakyat, dan Gudang Logistik Bencana
Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 60 Juta Orang, Mulai Dilirik Negara Lain
Mantan Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro Resmi Jadi Tersangka Pencucian Uang Kasus Narkoba
KSPSI Pilih Dialog dan Solusi Konkret, Bukan Demo, dalam Peringatan May Day 2026