Di sisi lain, saham-saham bank BUMN juga kebagian tekanan. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dilepas asing hampir Rp500 miliar, dan harganya merosot lebih dari 6%. Nasib serupa dialami Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan jual bersih Rp459 miliar dan penurunan harga hampir 3%. Bank Mandiri (BMRI) juga melemah 5,59% dengan catatan jual bersih Rp241 miliar.
Tekanan jual ternyata tidak hanya berpusat di sektor perbankan. Sektor tambang dan komoditas energi juga jadi bulan-bulanan.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), misalnya, anjlok luar biasa dalam sepekan turun lebih dari 21% dengan nilai jual bersih asing Rp228 miliar. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut terimbas, turun 7% dengan pelepasan asing sekitar Rp180 miliar.
Di sektor energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) masuk dalam daftar dengan catatan jual bersih Rp148 miliar. Uniknya, harga sahamnya cenderung stagnan di Rp850, padahal sempat menyentuh Rp1.050 di tengah gejolak. Sentimen kenaikan harga minyak dan gas sepertinya cuma cukup untuk menahan laju pelemahan, bukan mendorong kenaikan.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pun tak luput, dilepas asing Rp137 miliar dengan penurunan harga 3,3%.
Jadi, begitulah kondisi pasar kita pekan lalu. Berat. Investor asing memilih untuk mengurangi eksposur mereka, dan saham-saham besar dari berbagai sektor menjadi korban. Keputusan ada di tangan investor masing-masing, tentu saja. Tapi melihat data dan sentimen yang ada, suasana hati pasar masih belum benar-benar cerah.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan