Tak ketinggalan sektor kesehatan. Raksasa farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mereka miliki 607 juta saham (1,30%). Juga PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebanyak 337,69 juta saham (2,43%).
Untuk barang konsumen, pilihannya beragam. Mulai dari PT Mayora Indah Tbk (MYOR) 348,46 juta saham (1,56%), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 175,63 juta saham (1,06%), hingga PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) 368,60 juta saham (2,31%).
Masih ada beberapa lagi dalam daftar panjang itu. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) 206,36 juta saham (2,68%). PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) 196,82 juta saham (1,14%). PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 129,22 juta saham (1,23%).
Kemudian PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) 402 juta saham (1,20%), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) 45 juta saham (1,03%), dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) 45,38 juta saham (1,45%).
Jadi begitulah. Ternyata pemerintah Norwegia punya ketertarikan yang luas terhadap pasar modal Indonesia. Investasinya merata, dari properti, kesehatan, sampai barang konsumsi sehari-hari. Menunjukkan kepercayaan dari jauh di sana terhadap prospek ekonomi kita.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah Mirae Asset Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Saham BEBS
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik