Suasana di lobi RSUD Koja siang itu cukup ramai. Banyak warga yang sudah menunggu, bahkan sebelum Presiden Prabowo Subianto tiba untuk menjenguk korban insiden mobil pembungkus MBG. Kunjungannya sendiri berlangsung hangat, penuh sapaan dan jabat tangan dengan pasien serta pengunjung rumah sakit.
Namun begitu, ada satu momen spontan yang menarik perhatian. Seorang ibu hamil, yang rupanya sedang hendak berobat, mendekati Prabowo. Dengan polos, dia meminta sang Presiden untuk mengelus perutnya.
Permintaan itu langsung disambut Prabowo dengan senyum. Tanpa ragu, ia pun menyentuh perut ibu tersebut, sebuah gestur sederhana yang dianggap sebagai bentuk doa dan perhatian.
"Anak ke berapa ini?" tanya Prabowo.
"Anak kedua, Pak," jawab sang ibu.
Reaksinya begitu spontan. Begitu disentuh, ibu hamil itu berteriak kegirangan, bahkan melompat-lompat kecil sambil berusaha mengabadikan momen lewat ponselnya. Suaranya terdengar penuh sukacita.
“Iya Pak, terima kasih Pak,” ucapnya, masih terdengar senang.
Momen cair itu terjadi di sela-sela kunjungan kerja Presiden. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk menemui guru dan anak-anak korban tabrakan yang melibatkan sopir dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Tapi di sisi lain, kedatangannya jelas memancing antusiasme. Sejak tiba, suasana sudah terasa berbeda. Warga berbaris rapi, antre bukan hanya untuk sekadar melihat, tapi juga bersalaman dan menyapa langsung.
Prabowo tampak santai melayani. Setelah menjenguk korban, ia masih menyempatkan diri menyapa dan berfoto dengan warga lainnya yang masih menunggu di lobi.
Menurut informasi dari rumah sakit, awalnya ada sembilan pasien yang dirawat di RSUD Koja terkait insiden tersebut. Enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sementara tiga pasien lain masih harus menjalani perawatan dan pemantauan lebih intensif. Kunjungan presiden ini, di luar momen seru tadi, pada dasarnya adalah wujud empati terhadap mereka, terutama para korban yang masih anak-anak dan tenaga pendidik.
Ruang tunggu yang biasanya hening, siang itu riuh rendah oleh canda dan sapaan. Sebuah pemandangan yang cukup kontras dengan kesan suram sebuah rumah sakit.
Artikel Terkait
PNUP Jatuhkan Sanksi Berlapis ke Dosen Terbukti Kekerasan Seksual, Turun Pangkat hingga Dilarang Masuk Kampus
Orang Tua Kapten Kapal MT Honour 25 Cemas, Pemerintah Upayakan Mediasi dengan Perompak Somalia
Pria Diduga Gangguan Jiwa Gali Makam di Simalungun, Jenazah Korban Ditemukan 15 Meter dari Liang Lahat
Met Gala 2026 Usung Tema ‘Fashion Is Art’, Beyoncé hingga Rihanna Curi Perhatian