LOS ANGELES Gubernur California Gavin Newsom tak sungkan menyebut Israel sebagai 'negara apartheid'. Kritik pedasnya itu dilontarkan dalam sebuah forum, di mana politisi Demokrat itu juga menuding Israel telah menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, situasi ini memaksa AS untuk terus memberi dukungan perang bagi negara Yahudi tersebut.
Newsom bahkan tak segan menyasar langsung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, atau yang akrab dipanggil Bibi.
"Masalah Bibi menarik, karena dia memiliki masalah dalam negeri sendiri. Dia berusaha lolos dari hukuman penjara. Dia akan menghadapi pemilihan umum," ujar Newsom.
Pernyataannya merujuk pada kasus korupsi yang membelit Netanyahu. Proses pengadilannya sendiri sempat tertunda gara-gara perang di Jalur Gaza, sementara pemilu Israel dijadwalkan pada Oktober nanti.
“Dia berpotensi terpojok. Dia memiliki pendukung garis keras yang ingin mencaplok Tepi Barat," lanjut Newsom.
Lalu, dengan nada lebih tegas, dia menambahkan, "Maksud saya, (Thomas) Friedman dan yang lain membicarakannya dengan tepat sebagai 'negara apartheid'."
Kolumnis The New York Times yang dia sebut itu, Thomas Friedman, dikenal awalnya pro-Israel namun belakangan berubah menjadi pengkritik vokal.
Lantas, bagaimana dengan bantuan militer AS? Ditanya apakah Washington perlu mempertimbangkannya kembali, Newsom terlihat berat.
"Ini membuat hati saya hancur," katanya, sambil menghela napas. "Karena kepemimpinan saat ini di Israel membawa kita ke jalan di mana saya rasa Anda tidak punya pilihan selain mempertimbangkan hal tersebut."
Faktanya, dengan dukungan dari kedua partai, Israel memang menjadi penerima bantuan luar negeri terbesar AS sejak 1946. Tapi angin mungkin mulai berubah. Sebuah jajak pendapat terbaru, untuk pertama kalinya, menunjukkan warga AS khususnya generasi muda lebih bersimpati kepada Palestina daripada Israel.
Di panggung politik, Newsom sendiri bukan nama baru. Dia dikenal sebagai pengkritik tajam Presiden Donald Trump, sekaligus sering jadi sasaran empuk balasan Trump. Banyak yang memperkirakan, Gubernur California ini akan maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada pilpres 2028 mendatang.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Akan Konsultasi Ahli Syariat Soal Cara Musnahkan Ikan Sapu-sapu
BNI Pastikan Pengembalian Dana Rp28 Miliar Paroki Aek Nabara Rampung Pekan Ini
Meta Bersiap PHK Ribuan Karyawan, Didorong Investasi Besar-besaran di AI
Pupuk Indonesia Tegaskan Prioritas Pasokan Domestik Sebelum Ekspor Urea