Insiden Berdarah di Medan: Debu Sapu Picu Amuk Pahat Kayu
Medan digegerkan oleh peristiwa penganiayaan sadis. Semuanya berawal dari hal yang dianggap sepele: debu sapu. Seorang pria paruh baya, Jefri Fernandus Sitindaon, tega menyerang tetangganya sendiri dengan senjata tajam. Korban, Swita Sidebang, mengalami luka berat di bagian wajah, pipi, hingga dahi dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Menurut sejumlah saksi, suasana di lokasi kejadian sempat mencekam. Pelaku dikabarkan sudah lama menyimpan rasa kesal. Puncaknya adalah ketika ia merasa kembali terkena debu dari sapuan korban.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutara, menjelaskan kronologi kejadian. "Pelaku menggunakan pahat kayu sebagai senjata," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Berdasarkan pengakuan pelaku, peristiwa terkena debu saat korban menyapu ini sudah kerap berulang. Hal itu memicu emosi dan rasa dendam yang mendalam pada diri pelaku."
Artikel Terkait
KPK Catat 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN Jelang Batas Akhir
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Padat, Kedatangan di Stasiun Jakarta Capai 52.896 Penumpang
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik