Di sisi lain, Jason Lin, CEO PT FiberHome Technologies Indonesia, punya pandangan sendiri. Menurutnya, kerja sama ini adalah pertemuan yang pas antara kepemimpinan teknologi global dan eksekusi di tingkat lokal yang solid.
"Solusi 5G FWA 1,4 GHz kami hadirkan sebagai infrastruktur berperforma tinggi dan siap menghadapi masa depan. Desainnya memang dibuat untuk memperluas akses broadband dengan cepat, sekaligus menghindari keterbatasan model pembangunan tradisional yang selama ini ada," jelas Jason.
Pendapat serupa datang dari Sun Lixin, CEO & Chairman Baicells. Dia mengaku merasa terhormat bisa bermitra dengan Surge.
Pengalaman kuat Surge di segmen FWA dan FTTH, kata Sun, sangat selaras dengan visi Baicells untuk menghubungkan dunia. Mereka pun sepakat untuk mengembangkan solusi FTTH generasi baru, yang nantinya akan dilengkapi dengan sistem manajemen jaringan berbasis kecerdasan buatan.
Pada akhirnya, kolaborasi tiga perusahaan ini punya tujuan yang lebih besar. Mereka ingin mempercepat inklusi digital sekaligus mendorong agenda transformasi digital di Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Sebuah langkah ambisius, yang hasilnya tentu patut untuk ditunggu.
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah Mirae Asset Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Saham BEBS
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch