Konflik Timur Tengah Picu Aksi Jual dan Anjloknya Bursa Asia

- Rabu, 04 Maret 2026 | 09:20 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Aksi Jual dan Anjloknya Bursa Asia

“Bahkan terjadi eskalasi karena perang kini meluas hingga melibatkan sekutu AS. Infrastruktur minyak terlihat menjadi sasaran serangan sehingga pelaku pasar harus mempertimbangkan berapa lama situasi ini akan berlangsung,” tambahnya.

Kekacauan ini memicu aksi ambil untung besar-besaran di aset yang sebelumnya dianggap aman. Emas, misalnya, merosot sekitar 4,5 persen dalam satu malam. Uang dari sana dan dari saham-saham chip yang sebelumnya melesat, kini ditarik untuk menutupi kerugian di tempat lain. Pasar sedang dalam mode bertahan hidup.

Di sisi lain, bursa regional lainnya juga ikut memerah. Shanghai Composite merosot 0,76 persen, Hang Seng Hong Kong tergerus 1,44 persen. Tak ketinggalan, ASX 200 Australia dan STI Singapura masing-masing melemah 1,86 persen dan 1,68 persen.

Lalu bagaimana dengan Wall Street? Indeks S&P 500 akhirnya ditutup melemah 0,8 persen, meski sempat memangkas kerugian yang lebih dalam. Kekhawatiran utamanya tetap sama: harga minyak yang tinggi bisa bertahan lama, dan itu akan mempersulit upaya bank sentral menurunkan suku bunga.

“Isu terbesar yang sedang dipertimbangkan investor kembali pada keterkaitan antara inflasi dan suku bunga,” ujar Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services.

Pagi ini di sesi Asia, ada sedikit upaya stabilisasi. Emas mulai mendatar, futures Wall Street dan Europa juga mencoba bangkit. Tapi nuansa hati pasar masih was-was. Semuanya kini bergantung pada perkembangan di Teluk setiap berita baru bisa dengan mudah menggoyang pasar yang sudah gugup ini.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar