Dari Teheran, ancaman balasan bergema keras. Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau IRGC, menyatakan dengan tegas mereka takkan tinggal diam. Serangan yang menimpa fasilitas militer dan sipil mereka, kata mereka, pasti akan dibalas.
Pernyataan itu disiarkan langsung oleh stasiun TV pemerintah IRIB, Selasa lalu. Nadanya keras, penuh amarah.
"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham," bunyi pernyataan itu, "tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut."
IRGC tak sekadar mengancam. Mereka melontarkan tuduhan pedas. Menurut mereka, serangan AS-Israel sengaja menyasar tempat-tempat sipil sekolah, rumah sakit, bahkan stadion dan restoran dengan tujuan menebar kepanikan. Angka korban jiwa warga sipil, klaim mereka, sudah melampaui 700 orang. Sebuah angka yang mengerikan.
Rincian kejadian pun mereka beberkan untuk menguatkan tuduhan. Di Oshnavieh, sebuah bangunan tempat tinggal dihantam rudal Tomahawk. Seluruh anggota satu keluarga dilaporkan tewas. Lalu di Salman, serangan terhadap sebuah mobil pribadi menewaskan lima orang. Ada juga kisah pilu dari distrik Kasemiyeh di Urmia, di mana sebuah rumah hancur dan menewaskan pasangan lanjut usia di dalamnya.
Semua ini, menurut narasi IRGC, adalah bagian dari serangan besar AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan itu menyasar sejumlah target di Iran, termasuk ibukota Teheran, dan meninggalkan jejak kehancuran serta korban di antara warga biasa. Yang paling mengguncang, televisi pemerintah Iran sendiri mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, gugur dalam serangan tersebut.
Menanggapi pukulan itu, Iran tak tinggal diam. Mereka sudah melancarkan serangan balasan dengan rudal, mengarahkannya ke wilayah Israel dan juga fasilitas militer AS yang bertebaran di Timur Tengah. Situasinya memanas dengan cepat, dan ancaman dari Garda Revolusi sepertinya bukan sekadar gertakan belaka.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Tiga Mantan Petinggi BGN sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Mendagri Tito Karnavian Paparkan Tiga Langkah Strategis Sehatkan BUMD Secara Berkelanjutan
Shilton dan Barthez Masih Bertahan: Dua Kiper Ikonik Pemegang Rekor Clean Sheet Terbanyak di Piala Dunia