Dari Teheran, ancaman balasan bergema keras. Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau IRGC, menyatakan dengan tegas mereka takkan tinggal diam. Serangan yang menimpa fasilitas militer dan sipil mereka, kata mereka, pasti akan dibalas.
Pernyataan itu disiarkan langsung oleh stasiun TV pemerintah IRIB, Selasa lalu. Nadanya keras, penuh amarah.
"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham," bunyi pernyataan itu, "tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut."
IRGC tak sekadar mengancam. Mereka melontarkan tuduhan pedas. Menurut mereka, serangan AS-Israel sengaja menyasar tempat-tempat sipil sekolah, rumah sakit, bahkan stadion dan restoran dengan tujuan menebar kepanikan. Angka korban jiwa warga sipil, klaim mereka, sudah melampaui 700 orang. Sebuah angka yang mengerikan.
Artikel Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Polda Metro Jaya Gunakan Peci, Jilbab, dan Tim Shalawat untuk Amankan Aksi di Ramadan
Indramayu Kokoh Sebagai Lumbung Ikan Jawa Barat, Kontribusi Capai 34%
Kapolda Banten Tinjau Persiapan Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan