Nama Lo Kheng Hong kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, setelah data kepemilikan saham di atas 1 persen dirilis oleh KSEI per akhir Februari 2026. Data yang dirilis Selasa lalu itu membeberkan posisi sang investor senior di 13 emiten berbeda.
Yang menarik, keterbukaan data ini tak cuma mengungkap saham-saham yang dia pegang dengan porsi besar, di atas 5 persen. Tapi juga yang di bawahnya, di kisaran 1-5 persen. Level kepemilikan yang sebelumnya kurang begitu terpantau publik.
Di kelompok atas 5 persen, LKH tercatat menguasai 6,71% saham Intiland Development (DILD). Di Global Mediacom (BMTR), porsinya 6,44%. Kemudian ada Gajah Tunggal (GJTL) dengan 6,02%, ABM Investama (ABMM) 5,62%, dan Salim Ivomas Pratama (SIMP) 5,03%.
Namun begitu, sorotan juga jatuh pada saham-saham dengan porsi lebih kecil miliknya. Di sini, keragaman portofolionya terlihat. Dia memegang 2,16% saham Ramayana Lestari Sentosa (RALS) dan 1,58% saham Clipan Finance (CFIN).
Masih ada lagi. Di antaranya, kepemilikan 1,29% di Polychem Indonesia (ADMG), 1,24% di Malindo Feedmill (MAIN), dan 1,23% di Paninvest (PNIN). Tak ketinggalan, sektor perkebunan dan properti industri juga dijamah. Dia punya 1,21% saham PP London Sumatra (LSIP) dan 1,16% saham Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST). Terakhir, masih tercatat kepemilikan 1,02% di Sri Rejeki Isman (SRIL).
Lantas, dari mana data sedetail ini bisa muncul? Ini berawal dari kebijakan baru.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Aksi Jual dan Anjloknya Bursa Asia
BEI Siapkan Demutualisasi untuk Pacu Peringkat ke 10 Besar Global
Harga Emas di Pegadaian Turun pada Awal Maret 2026
IHSG Tertekan Dua Hari Berturut-turut Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah