Di gedung Bursa Efek Indonesia yang ramai, Selasa lalu, ada optimisme yang terasa. Jeffrey Hendrik, sang Pejabat Sementara Direktur Utama, berbicara tentang sebuah langkah besar: demutualisasi. Ia meyakini, langkah inilah yang bisa mendongkrak BEI ke papan atas bursa dunia.
"Persiapan untuk demutualisasi sudah ada," ujar Jeffrey.
"Untuk kebijakannya tentu kami serahkan kepada DPR, OJK, dan pemerintah. Dari seluruh bursa besar di dunia, salah satu yang belum demutualisasi adalah BEI, padahal kita sudah masuk peringkat 20 besar dunia."
Targetnya ambisius tapi jelas: masuk 10 besar bursa global. Jeffrey memperkirakan butuh waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk mencapainya, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun daya saing secara keseluruhan. Menurutnya, proses ini bakal jadi katalis. Ia membayangkan sebuah bursa yang lebih lincah, profesional, dan tentu saja, modern.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Terimbas Gelombang Jual Massal di Asia
IHSG Anjlok 1,66%, Seluruh Sektor Terkapar di Zona Merah
Konflik Timur Tengah Picu Aksi Jual dan Anjloknya Bursa Asia
Harga Emas di Pegadaian Turun pada Awal Maret 2026