Jadi, apa sih yang bikin angkanya melonjak? Ternyata, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong kuat oleh sektor nonmigas, dengan kontribusi atau andil sebesar 14,40 persen. Ateng kemudian membeberkan lebih detail kalau dilihat dari jenis barang yang diimpor.
"Nilai impor barang konsumsi naik 11,81 persen," ungkapnya. Tapi yang jadi pendorong utama sebenarnya adalah bahan baku atau penolong, yang naik 14,67 persen dengan andil 10,61 persen. Yang menarik, impor barang modal justru melesat cukup tinggi, yaitu 35,32 persen.
Di sisi lain, dari mana saja barang-barang itu datang? Peningkatan nilai impor nonmigas ternyata banyak bersumber dari beberapa negara utama. China, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat disebut-sebut memberikan andil gabungan yang besar, yaitu 54,92 persen terhadap total kenaikan. Artinya, lebih dari separuhnya.
Secara keseluruhan, data Januari ini memberikan gambaran awal yang cukup kuat untuk aktivitas perdagangan Indonesia di tahun 2026. Kenaikan di hampir semua golongan penggunaan barang menunjukkan adanya permintaan yang tetap bergerak, meski perlu dilihat lebih lanjut dampak jangka panjangnya.
Artikel Terkait
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan